Minggu, 21 Februari 2010

softskill yang dibutuhkan....

SOFT SKILL YANG DIBUTUHKAN DALAM DUNIA KERJA

1. Tanggung jawab kerja
2. Disiplin kerja
3. Kemampuan teknis
4. Kemampuan manajerial/kepemimpinan
5. Inisiatif kerja
6. Etika profesional
7. Kerjasama tim
Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh para lulusan. Mengapa ? Bila kita kembali melihat pada Kamus Kompetensi Universitas Harvard, Kepemimpinan merupakan perilaku untuk membuat keputusan dengan berpegang pada visi dan nilai/budaya kerja perusahaan. Lebih lanjut dijabarkan bahwa orang yang memiliki kapasitas kepemimpinan adalah orang yang menghargai hak orang lain, perbedaan dan harga diri orang lain. Orang yang jujur dan berintegritas dalam tindak-tanduknya, serta mau mempertanggungjawabkan segala perbuatannya ketika bekerja. Dengan kata lain orang yang memiliki soft skill kepemimpinan adalah orang yang mampu memberikan dampak yang positif bagi orang lain. Proses rekrutment dengan metode Management Trainee (MT) semuanya mencari kandidat yang memiliki potensi kepemimpinan ini. Hal ini dilakukan karena melalui jalur MT ini perusahaan ingin mencetak ’future leader’ bagi perusahaan tersebut.
Inisiatif
Mengenai inisiatif, cukup banyak perusahaan yang meminta para pelamar harus memiliki kualitas ini. Inisiatif berarti mengambil tindakan untuk mencapai tujuan bersama sebelum diminta. Ketika diberi kesempatan untuk bertanya, pembicara cukup mengalami kesulitan karena tidak ada peserta yang bertanya. Baru setelah dimotivasi, ada beberapa orang yang bertanya. Menurut pembicara tersebut, tindakan inisiatif seperti berani untuk mengajukan pertanyaan harus dibiasakan sejak mahasiswa.
Etika Profesional
Tahukan Anda bahwa perilaku menggunakan waktu kerja untuk chatting berlama-lama menunjukkan sikap tidak profesional atau tidak etis ? Sikap profesional dalam bekerja mutlak diperlukan. Darimana sikap profesional ini muncul ? Dari kesadaran untuk menghargai orang lain, menghargai kesempatan, dan sadar diri. Kalau sejak mahasiswa tidak menghargai orang yang berbicara dengannya, atau dosen yang mengajar, atau teman yang sedang presentasi di kelas, maka kita sedang membiasakan diri untuk tidak bersikap profesional nantinya. Kebiasaan buruk seperti mencontek juga mengarah pada sikap yang tidak profesional atau tidak etis dalam bekerja. Menurut saya perilaku mencontek menunjukkan gejala tidak percaya diri, tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri. Orang yang terbiasa mencontek, maka ia akan ragu untuk menunjukkan karyanya. Tidak heran bila ia akan ’mencuri’ ide orang lain untuk dipresentasikan di kantornya.
Kerjasama Tim
Banyak orang yang mampu mengerjakan tugas secara mandiri namun kurang terampil ketika harus bekerja sama. Kerjasama tim berarti melakukan suatu tugas bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Bukan berarti sama-sama kerja namun mencapai tujuan masing-masing. Ibaratnya sebuah orkestra, setiap pemain memainkan alat musik yang berbeda namun harus mentaati arahan dari conductor supaya tercipta musik yang indah dan harmonis.
Berikut ini soft skill lainnya yang dibutuhkan dalam dunia kerja, antara lain :
1. Planning & Organizing, mampu untuk mengatur tugas yang harus dikerjakan hingga selesai. Kebiasaan untuk menunda-nunda tugas tidak bisa lagi dipertahankan. Bagi Anda yang super sibuk (kuliah sambil melakukan aktivitas di luar perkuliahan) harus belajar mengalokasikan waktu dengan tepat termasuk membuat prioritas.
2. Tenacity (Keuletan/Kegigihan), tahan untuk mengerjakan suatu tugas hingga selesai atau melakukan suatu tindakan hingga tujuan tercapai. Di dalamnya termasuk berani untuk menghadapi tantangan dan resiko, punya strategi jitu untuk mencapai tujuan. Tidak mudah menyerah ketika mengalami kegagalan. Kalau saat ini Anda terlalu memilih-milih lokasi untuk bekerja, tidak mau jauh dari rumah, saya ragu kalau Anda punya keuletan dan kegigihan dalam bekerja nantinya.
3. Salesmanship. Cukup Dianggap kurang bergengsi atau menyusahkan karena harus punya mental baja untuk menghadapi customer yang beragam dan harus mencapai target. Bpk. N. Krisbiyanto, mantan petinggi di Telkomsel yang sekarang menjabat sebagai Corp. Human Capital Head Bank BTPN pernah berkata bahwa saat ini perusahaan mencari orang yang punya kemampuan selling walaupun tidak bekerja sebagai salesman. Biarpun Anda seorang Programmer tapi kalau Anda punya kapasitas selling, Anda akan mengembangkan produk yang diinginkan oleh customer/user. Salesmanship disini bukan berarti Anda harus bekerja di bidang sales/marketing, namun Anda punya kapasitas komunikasi interpersonal untuk mau mendengarkan ide dari klien, dan mau menerima masukan dan keinginan untuk meningkatkan mutu produk. Kalau Anda saja sudah alergi dengan bidang sales/marketing, maka Anda perlu sadar diri bahwa Anda salah selama ini.
4. Stress Tolerance. Di dunia ini tidak ada orang yang kebal terhadap stress, semua orang pasti akan dan pernah mengalami stress. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana diri kita menghadapi stress yang melanda. Stress Tolerance dalam dunia kerja berarti mampu mempertahankan kinerja yang tetap maksimal dalam kondisi yang menekan. Cara-cara yang diterapkan dalam menghadapi stress tentunya cara yang patut dan dapat diterima oleh perusahaan.
Ada beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan untuk tetap produktif walaupun sedang stress, diantaranya :

• Menanyakan kepada atasan atau senior mengenai tugas-tugas yang kurang jelas
• Hadapi setiap argumentasi atau konflik di tempat kerja dengan tenang
Tidak melawan atau menggerutu ketika menghadapi keluhan dari customer
• Mengambil hak cuti secara berkala untuk menikmati refreshing dan tetap segar saat kembali bekerja
• Bersikap fleksibel ketika menghadapi beragam tuntutan dan perubahan di tempat kerja

0 komentar:


Blogspot Template by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by Home Interiors